Warga Cikarang Korban Penggusuran Sambangi Gubernur Dedi Mulyadi, Ini Pesannya

BEKASI, RISE News – Gelombang keluhan datang dari warga Bekasi yang rumahnya digusur. Mereka mendatangi langsung Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk mencari perhatian atas nasib mereka. Dalam pertemuan tersebut, Dedi berdialog santai namun penuh makna dengan salah satu warga bernama Siman Santoso dari Desa Sukajaya, Cikarang.

Siman menceritakan bahwa ia dan keluarganya kini tidak lagi memiliki tempat tinggal akibat penggusuran tersebut. Saat Dedi bertanya tentang asal-usulnya, Siman menjelaskan bahwa dirinya memang berasal dari keluarga kurang mampu.
“Mungkin keturunan saya memang keturunan enggak punya rumah, Pak,” jawab Siman dengan nada getir.

Dedi Mulyadi, yang dikenal dengan gaya komunikasi unik dan humoris, menanggapi dengan canda.
“Ah, mungkin dulu keturunannya dijual,” celetuk Dedi disambut tawa hadirin.

Meskipun Siman menegaskan bahwa keluarganya memang berasal dari golongan rakyat kecil, Dedi berusaha membesarkan hati Siman dengan mengatakan bahwa penampilan tetap harus percaya diri.
“Walaupun enggak punya duit, enggak punya rumah, perut harus gendut, badan harus gede, kacamata hitam, handphone mantap pokoknya,” ujar Dedi dengan senyum lebar.

Dalam kesempatan itu, Dedi menyampaikan pesan penting kepada warga, bahwa kondisi ekonomi tidak boleh menjadi penghalang untuk tetap menjaga harga diri dan semangat hidup.
“Duit boleh kagak punya, tapi tampang harus utama, biar tekor asal kesohor,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi sorotan dan menggambarkan sikap Dedi Mulyadi dalam menghadapi persoalan masyarakat kecil: tetap membangun motivasi di tengah keterbatasan.
Sementara itu, warga berharap Pemprov Jawa Barat dapat memberikan solusi nyata atas dampak penggusuran yang mereka alami.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *