Jakarta, RISE News – Setiap makhluk hidup ciptaan Tuhan memiliki keunikan masing-masing, termasuk tanaman. Salah satu keunikan dalam dunia tumbuhan adalah adanya jenis tanaman yang hanya bisa berbunga dan berbuah sekali dalam hidupnya, kemudian mati. Tanaman seperti ini dikenal sebagai monokarpik.
Menurut Enceng Sobari dalam buku Teknik Produksi Tanaman Pangan Utama, istilah “monokarpik” berasal dari bahasa Yunani: mono (satu) dan carp (buah). Dengan demikian, tanaman monokarpik adalah tanaman yang menjalani siklus hidup hanya sekali — tumbuh, berbunga, berbuah, dan lalu mati.
Berikut adalah lima tanaman monokarpik yang menarik untuk diketahui:
- Nanas
Nanas (Ananas comosus) termasuk keluarga Bromeliaceae dan hanya bisa berbunga serta berbuah sekali seumur hidup. Setelah menghasilkan buah, tanaman induk akan mati, namun akan tumbuh tunas baru di pangkalnya yang dapat ditanam kembali. Di alam liar, nanas biasanya diserbuki oleh burung kolibri.
- Bambu
Beberapa spesies bambu termasuk tanaman monokarpik dengan siklus hidup yang sangat panjang, bahkan bisa mencapai 120 tahun sebelum berbunga. Salah satu contohnya adalah Phyllostachys nigra var. henonis. Setelah berbunga, seluruh rumpun bambu akan mati. Pembungaan massal jenis bambu ini diperkirakan akan terjadi di Jepang pada tahun 2028.
- Melon
Melon (Cucumis melo) termasuk tanaman semusim dengan siklus hidup yang singkat. Setelah fase generatif dan berbuah, tanaman akan mati. Melon telah dibudidayakan secara luas di Indonesia sejak 1980-an dan berasal dari Afrika Utara serta kawasan Mediterania.
- Palem Aren
Palem aren (Arenga pinnata), tanaman yang tumbuh di hutan hujan tropis Asia Tenggara, juga bersifat monokarpik. Tanaman ini dapat mencapai tinggi 15 meter dan dikenal menghasilkan buah kolang-kaling. Selain buah, palem aren juga menghasilkan nira yang dapat diolah menjadi gula merah, cuka, atau bahkan minuman fermentasi.
- Pisang
Pisang (hasil persilangan Musa acuminata dan Musa balbisiana) hanya berbuah satu kali per batang. Setelah itu, batang utama akan mati dan digantikan oleh tunas baru. Pisang memiliki banyak manfaat, dari buah hingga batang dan jantungnya. Genus serupa seperti Ensete juga menunjukkan karakteristik yang sama.
Tanaman Unik, Perlu Pemahaman Khusus
Tanaman monokarpik memiliki siklus hidup yang unik dan terkadang berdampak besar pada lingkungan dan ekosistem, terutama jika terjadi pembungaan massal seperti pada bambu. Memahami tanaman-tanaman ini bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga penting untuk pengelolaan pertanian dan konservasi.
Apakah Anda pernah melihat tanaman lain yang hanya bisa berbuah sekali dalam hidupnya?














Leave a Reply