Jakarta, RISE News — Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kemarahan terhadap pemberitaan sejumlah media yang menyebut serangan militer AS terhadap situs nuklir Iran tidak menghancurkan fasilitas inti program nuklir negara tersebut. Salah satu laporan tersebut datang dari CNN, yang mengutip penilaian awal intelijen AS terkait hasil serangan pada Minggu (22/6/2025).
Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump menuding laporan tersebut sebagai upaya untuk melemahkan keberhasilan operasi militer yang ia klaim sebagai salah satu “yang paling berhasil dalam sejarah.”
“BERITA PALSU CNN, BERSAMA DENGAN NEW YORK TIMES YANG GAGAL, TELAH BEKERJA SAMA DALAM UPAYA UNTUK MENGKERDILKAN SALAH SATU SERANGAN MILITER PALING BERHASIL DALAM SEJARAH,” tulis Trump dengan huruf kapital, Selasa (24/6).
Trump bersikeras bahwa fasilitas nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan telah “dihancurkan total.” Namun, laporan intelijen dari Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) yang bocor ke publik menyatakan sebaliknya.
Menurut dokumen rahasia yang dikutip Al Jazeera dan sejumlah media besar AS, serangan tersebut hanya berhasil menutup akses ke beberapa lokasi, tanpa merusak fasilitas bawah tanah tempat penyimpanan uranium dan komponen utama program nuklir Teheran. Penilaian awal menyebut serangan hanya menunda pengembangan nuklir Iran selama beberapa bulan.
Dikutip dari laporan yang sama, bom penembus bunker GBU-57 “Massive Ordnance Penetrators” (MOP) yang dijatuhkan oleh tujuh pesawat bomber B-2 hanya merusak pintu masuk dan infrastruktur permukaan, namun gagal menghancurkan target utama di bawah tanah.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menanggapi laporan tersebut sebagai upaya untuk mendiskreditkan Presiden Trump dan melemahkan kepercayaan publik terhadap militer AS.
“Ini adalah bentuk kebocoran yang jelas dimaksudkan untuk menyerang Presiden dan merusak semangat pasukan kita,” kata Leavitt dalam keterangan tertulis.
Sejauh ini, Pentagon belum memberikan pernyataan resmi terkait tingkat keberhasilan serangan. Analis intelijen masih melakukan verifikasi lanjutan terhadap dampak kerusakan dan potensi kelanjutan program nuklir Iran.
Sebelumnya, serangan pada Minggu (22/6) lalu dilakukan dengan kekuatan besar, melibatkan tujuh pesawat pembom siluman B-2 dan 14 rudal penembus bunker GBU-57 yang masing-masing memiliki bobot sekitar 13 ton. Target utama adalah tiga lokasi nuklir strategis Iran: Natanz, Fordow, dan Isfahan.














Leave a Reply