Jakarta, RISE News — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat pernyataan kontroversial yang meningkatkan tensi konflik di Timur Tengah. Melalui akun media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengklaim bahwa Amerika Serikat mengetahui lokasi persembunyian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan menyebutnya sebagai “target yang mudah”.
“Kami tahu persis di mana yang disebut ‘Pemimpin Tertinggi’ itu bersembunyi. Ia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana kami tidak akan menghabisinya, setidaknya untuk saat ini,” tulis Trump dalam unggahannya, Selasa (17/6).
Pernyataan tersebut menjadi sinyal tegas bahwa Washington terus memantau perkembangan konflik Iran-Israel secara intensif, meskipun sebelumnya menyatakan tidak terlibat langsung dalam aksi militer di kawasan tersebut.
Trump juga memperingatkan tentang kesabaran Amerika yang kian menipis, terutama jika terdapat ancaman terhadap warga sipil atau personel militer AS.
“Kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil, atau tentara Amerika. Kesabaran kami sudah menipis,” imbuh Trump.
Dalam penutup unggahannya, Trump menulis dengan huruf kapital “MENYERAH TANPA SYARAT!”, yang dinilai sebagai bentuk ultimatum terhadap Iran.
Serangan Israel Masih Berlanjut
Pernyataan Trump muncul di tengah gelombang kedua serangan Israel terhadap Iran yang berlangsung pada hari yang sama. Militer Israel menyebut telah menyerang sejumlah fasilitas drone dan rudal milik Iran serta membunuh Ali Shadmanai, komandan senior Iran yang diklaim berperan penting dalam operasi militer Iran.
Shadmanai tewas dalam serangan udara terhadap “pusat komando di jantung Teheran,” hanya empat hari setelah komandan sebelumnya, Gholam Ali Rashid, juga dilaporkan tewas dalam serangan Israel.
Respons Iran terhadap serangan ini pun tak kalah cepat. Iran meluncurkan rudal balasan ke wilayah Tel Aviv dan Yerusalem, membuat sirene peringatan kembali meraung di sejumlah kota Israel.
Situasi Memanas, Keterlibatan AS Dipertanyakan
Meski secara resmi AS belum menyatakan keterlibatan militer langsung dalam konflik, pernyataan Trump memunculkan spekulasi akan kemungkinan keterlibatan penuh Washington jika situasi terus memburuk. Beberapa analis menilai bahwa Trump tengah memberi sinyal bahwa serangan langsung terhadap pemimpin Iran bukanlah hal yang mustahil, tergantung eskalasi berikutnya.
Pernyataan keras ini juga memunculkan kekhawatiran internasional, terutama terkait kemungkinan serangan pre-emptive terhadap Iran, yang bisa memicu konflik berskala global.














Leave a Reply