Jakarta, RISE News — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendesak Iran untuk menyerah tanpa syarat dan segera kembali ke meja perundingan nuklir. Namun, seruan itu langsung ditolak tegas oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang menegaskan bahwa Teheran tak akan tunduk dan bersumpah untuk membalas Israel tanpa belas kasihan.
Dalam konferensi pers sela KTT G7, Trump mengatakan bahwa Iran “bodoh” jika tidak menandatangani kesepakatan nuklir dengan AS, terlebih setelah gempuran militer besar-besaran Israel terhadap Iran dalam sepekan terakhir.
“Saya pikir kesepakatan akan ditandatangani. Atau sesuatu akan terjadi. Tapi saya yakin Iran bodoh jika tidak menandatanganinya,” ujar Trump kepada wartawan seperti dikutip dari Al Arabiya, Selasa (17/6).
Trump: “Penyerahan Diri Tanpa Syarat!”
Pada Senin (16/6), Trump memperingatkan bahwa Iran tidak akan memenangkan perang melawan Israel dan mendesak agar Teheran segera melakukan dialog, “sebelum semuanya terlambat.”
“Iran tidak akan menang dalam konflik ini. Mereka harus berdialog, dan harus segera,” ujarnya.
Dalam pernyataan lebih keras yang diunggah di akun Truth Social, Trump bahkan mengklaim bahwa pihaknya mengetahui lokasi persembunyian Ayatollah Khamenei.
“Ia adalah sasaran empuk, tetapi aman di sana. Kami tidak akan menghabisinya – setidaknya, tidak untuk saat ini,” tulis Trump.
Trump menutup pesannya dengan ancaman langsung:
“Penyerahan diri tanpa syarat!”
Khamenei Menolak Tunduk: “Tak Ada Belas Kasihan!”
Beberapa jam setelah pernyataan Trump, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan balasan tegas. Dalam pernyataannya di media sosial X (dulu Twitter), Khamenei menegaskan Iran tidak akan menunjukkan ampun terhadap Israel, dan tak akan menyerah di bawah tekanan AS.
“Kita harus memberikan tanggapan kuat kepada rezim Zionis teroris. Kita tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis,” tulis Khamenei, dikutip Rabu (18/6).
Khamenei juga menyebut bahwa serangan Israel terhadap fasilitas nuklir dan kawasan permukiman Iran pekan lalu merupakan kejahatan besar yang akan dibalas “tanpa ragu.”
Konflik Memanas, Diplomasi Mandek
Ketegangan terbaru ini memperkecil kemungkinan diplomasi damai antara Washington dan Teheran dalam waktu dekat. Di sisi lain, para analis memperingatkan bahwa eskalasi verbal antara Trump dan Khamenei dapat memicu bentrokan langsung antara AS, Iran, dan Israel di wilayah Timur Tengah yang sudah rentan.
PBB dan beberapa negara netral menyerukan de-eskalasi segera dan mendorong dimulainya kembali perundingan nuklir internasional, meski situasi di lapangan menunjukkan arah sebaliknya.














Leave a Reply