Tinggi Air Capai 280 Cm, BPBD DKI Tetapkan Status Siaga 1 di Pos Pantau Sunter Hulu

Jakarta, RISE News – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi DKI Jakarta mengumumkan bahwa tinggi muka air di Pos Pantau Sunter Hulu telah mencapai 280 sentimeter pada Sabtu dini hari (21/6/2025), dan saat ini berstatus siaga 1 atau kondisi bahaya banjir.

Informasi ini disampaikan oleh petugas BPBD DKI Jakarta melalui video yang diunggah di akun resmi X (Twitter) mereka.

“Kami Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta menginformasikan bahwa pada pukul 03.00 WIB, ketinggian Pos Sunter Hulu 280 cm, dengan status siaga 1,” ujar petugas dalam video tersebut.

Dengan naiknya status menjadi siaga 1, warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Sunter diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir.

“Dihimbau kepada warga di sepanjang bantaran sungai agar waspada dan hati-hati terhadap bahaya banjir,” sambung petugas.

BPBD DKI Jakarta juga melaporkan kondisi sejumlah pos pantau lainnya pada waktu yang sama (pukul 03.00 WIB), di antaranya:

  • Status Normal (Siaga 4): Katulampa, Depok, Manggarai, Karet, Cipinang Hulu, Pulo Gadung, dan Krukut Hulu.
  • Status Waspada (Siaga 3): Pesanggrahan, Pasar Ikan, dan Angke Hulu.
  • Status Bahaya (Siaga 1): Hanya Pos Pantau Sunter Hulu.

Air dari Pos Pantau Sunter Hulu diperkirakan akan mengalir ke sejumlah wilayah padat penduduk seperti:

Bambu Apus, Cilangkap, Pondok Rangon, Setu, Lubang Buaya, Pondok Bambu, Pondok Kelapa, Cipinang, Cipinang Melayu, Cipinang Muara, Duren Sawit, Jatinegara Kaum, Kayu Putih, Pulo Gadung, Sumur Batu, Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading Timur, Kebon Bawang, Rawa Badak Selatan, Rawa Badak Utara, dan Sungai Bambu.

BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat di wilayah-wilayah tersebut untuk:

  • Meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan turun deras.
  • Mengamankan barang-barang penting dan dokumen.
  • Mencari informasi terkini melalui kanal resmi BPBD.
  • Siap evakuasi jika kondisi memburuk.

Pihak BPBD menegaskan bahwa pemantauan kondisi air akan terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *