Jakarta, RISE News – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI memperpanjang kebijakan rekayasa pola operasi perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen hingga Jumat, 5 September 2025.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menambah fleksibilitas layanan, dengan penambahan pemberhentian luar biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara untuk sejumlah kereta.
Total terdapat 41 kereta keberangkatan dan 11 kereta kedatangan yang mendapat pemberhentian tambahan di Stasiun Jatinegara. Pada 4 dan 5 September 2025, terdapat tambahan tiga kereta keberangkatan (KA Purwojaya 50F, KA Batavia 7006, dan KA Purwojaya 58F), serta dua kereta kedatangan (KA Purwojaya 53F dan KA Parahyangan Fakultatif 141F) yang juga berhenti luar biasa di stasiun tersebut.
“Stasiun Gambir dan Pasar Senen tetap beroperasi normal sebagai stasiun utama naik dan turun pelanggan. BLB di Jatinegara adalah layanan tambahan, bukan pengganti,” tegas Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (1/9).
Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjaga kelancaran dan kenyamanan pelanggan selama masa padat perjalanan.
“Fokus kami adalah agar pelanggan tetap mendapatkan layanan terbaik. Stasiun seperti Jatinegara dan Pasar Senen adalah titik integrasi penting dalam memudahkan mobilitas masyarakat,” lanjut Bobby.
BLB di Yogyakarta juga Diperluas
Selain di wilayah Jakarta (Daop 1), rekayasa pola operasi juga diterapkan di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta. Mulai 1 September 2025, sebanyak 43 perjalanan kereta jarak menengah dan jauh juga melakukan pemberhentian luar biasa di Stasiun Lempuyangan.
Namun seperti halnya Jakarta, Stasiun Yogyakarta tetap melayani naik-turun penumpang seperti biasa, dan BLB di Lempuyangan hanya berlaku untuk kereta tertentu.
“Dengan adanya BLB di Jatinegara dan Lempuyangan, pelanggan memiliki pilihan tambahan naik dan turun KA, namun tetap mengacu pada jadwal utama di stasiun-stasiun keberangkatan dan kedatangan yang resmi,” terang Vice President Public Relations KAI, Anne Purba.
Imbauan kepada Pelanggan
KAI juga mengimbau seluruh pelanggan agar menyiapkan waktu perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, dan mematuhi arahan petugas.
“Langkah ini tidak hanya memberikan opsi tambahan, tapi juga bagian dari usaha kami menjaga kelancaran perjalanan kereta api kota maupun antar kota. Keselamatan, kenyamanan, dan keamanan tetap prioritas utama,” ujar Anne.
KAI memastikan bahwa seluruh fasilitas stasiun akan disiapkan dan dioptimalkan untuk mendukung pelayanan kepada pelanggan selama periode rekayasa berlangsung.
- Total 41 KA keberangkatan dan 11 KA kedatangan berhenti luar biasa di Stasiun Jatinegara.
- Tambahan KA pada 4–5 September: Purwojaya 50F & 58F, Batavia 7006 (berangkat), Parahyangan 141F & Purwojaya 53F (tiba).
- 43 KA juga berhenti tambahan di Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.
- Gambir, Pasar Senen, dan Stasiun Yogyakarta tetap beroperasi normal.














Leave a Reply