Kediri, RISE News — Puluhan siswa dari SMK Negeri 1 Kota Kediri mendatangi dua orang dari oknum wartawan pada Rabu (4/6), sebagai bentuk protes terhadap sebuah pemberitaan yang dianggap mencemarkan nama baik kepala sekolah mereka.
Pemberitaan tersebut sebelumnya tersebar di media sosial dan situs lokal, memuat pernyataan kontroversial yang menyebut bahwa kepala sekolah SMKN 1 Kota Kediri mengatakan “gorok leher saya”. Pernyataan itu ditulis tanpa menyertakan klarifikasi maupun konfirmasi dari pihak sekolah yang bersangkutan.
Reaksi keras datang dari para siswa yang merasa nama baik sekolah dan kepala sekolah mereka tercoreng akibat pemberitaan sepihak tersebut. Puluhan siswa kemudian mendatangi dua orang dari pihak oknum wartawan yang berada di lingkungan sekolah untuk menyampaikan protes mereka secara langsung.
“Kami tidak terima kepala sekolah kami diberitakan seperti itu. Ini merusak citra sekolah,” ujar salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya. Ia juga menyampaikan bahwa para siswa menuntut adanya klarifikasi dan permintaan maaf atas pemberitaan yang dianggap tendensius dan tidak berdasar.
Situasi sempat memanas, namun berhasil diredam oleh pihak keamanan sekolah yang sigap mengamankan lokasi dan mencegah terjadinya tindakan anarkis.
Menanggapi situasi tersebut, pihak oknum wartawan yang bersangkutan telah memberikan klarifikasi dan menyatakan akan menurunkan (takedown) pemberitaan tersebut paling lambat pada tanggal 7 Juni 2025.
Usai klarifikasi disampaikan, para siswa membubarkan diri secara tertib.
Di tengah polemik ini, muncul juga keluhan dari sejumlah siswa terkait pungutan dana sekolah. Salah satu isu yang mencuat adalah adanya penarikan dana Rp500.000 dari orang tua, namun siswa masih diminta membayar Rp20.000 setiap hari. Pihak sekolah menyatakan bahwa pembayaran tersebut bersifat opsional sesuai kemampuan siswa.














Leave a Reply