PSSI Batasi Naturalisasi Pemain Keturunan, Erick Thohir: Harus Sesuai Kebutuhan Tim dan Keputusan Pelatih

RISE News– Ketua Umum PSSI Erick Thohir menegaskan bahwa proses naturalisasi pemain keturunan tidak akan dilakukan secara sembarangan meski mendapat lampu hijau dari FIFA. PSSI hanya akan melanjutkan proses naturalisasi jika pemain tersebut memenuhi standar kualitas dan sesuai dengan kebutuhan pelatih Timnas.

Dalam beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia memang aktif merekrut pemain keturunan dari Eropa untuk memperkuat skuad, terutama dalam rangka persiapan menuju Piala Dunia 2026. Terbaru, empat pemain keturunan yakni Ole Romeny, Dean James, Joey Pelupessy, dan Emil Audero resmi bergabung dengan skuad Garuda. Tiga di antaranya bahkan sudah menjalani debut internasional bersama Timnas Indonesia.

Kendati demikian, Erick menyampaikan bahwa kebijakan naturalisasi tidak akan diterapkan pada semua pemain keturunan yang mengajukan diri. “Program naturalisasi dilakukan secara transparan dan keputusannya berada di tangan pelatih. Tidak semua pemain akan kami proses, apalagi jika tidak sesuai dengan skema tim,” ujar Erick saat ditemui di Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025).

Salah satu kasus terbaru adalah batalnya proses naturalisasi Djenna De Jong, pemain keturunan Indonesia-Belanda yang sebelumnya diproyeksikan memperkuat Timnas Putri. PSSI memutuskan menghentikan proses naturalisasi Djenna karena ia dinilai tidak masuk dalam rencana pelatih Satoru Mochizuki.

“Tidak ada pemain titipan. Standarnya jelas: kualitas dan kebutuhan tim. Kalau tidak sesuai, proses tidak dilanjutkan,” tambah Erick.

Sebelumnya, Djenna sempat mengungkapkan kekecewaannya melalui unggahan di Instagram. Ia mengklaim diperlakukan secara tidak profesional oleh PSSI selama proses naturalisasi, hingga akhirnya memutuskan untuk membatalkan keinginannya menjadi Warga Negara Indonesia.

Padahal secara administratif, Djenna memenuhi syarat FIFA karena memiliki garis keturunan langsung dari sang ibu yang berasal dari Jakarta, Indonesia. Ayah Djenna diketahui merupakan warga negara Maroko.

PSSI berharap publik memahami bahwa naturalisasi bukan hanya soal darah keturunan, melainkan strategi membangun tim nasional yang solid dan kompetitif secara profesional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *