Presiden Prabowo Subianto Peringatkan Jajarannya untuk “Kerja Cepat atau Tinggal di Pinggir Jalan”

Karawang, RISE News – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mengingatkan seluruh anggota kabinetnya untuk bekerja dengan sungguh‑sungguh dan cepat, bahkan menegaskan bahwa siapa saja yang kinerjanya lambat akan ditinggalkan.

Hal tersebut disampaikan dalam acara groundbreaking proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi di Karawang, Jawa Barat. “Saya terima kasih tim saya, kabinet saya semuanya kerja dengan baik, kerja dengan cepat. Yang tidak bisa ikut cepat, kita tinggalkan di pinggir jalan saja,” tegasnya.

Prabowo menyampaikan bahwa rakyat menuntut percepatan pembangunan serta kemajuan nyata bagi bangsa. Ia menyebut target kecukupan energi nasional, dengan estimasi swasembada energi paling lambat 5–7 tahun ke depan.

Dalam pidato peresmian tersebut, Presiden juga memuji jalannya hilirisasi industri energi di Indonesia, sekaligus meneguhkan bahwa proyek baterai kendaraan listrik ini merupakan bagian dari upaya percepatan industrialisasi dan ketahanan energi .

Teguran Berulang: Menteri Tak Bekerja Untuk Rakyat Akan Disingkirkan

Langkah tegas Prabowo bukan hal baru. Pada 5 Februari 2025, saat memperingati Harlah NU ke-102, ia mengancam akan menindak menteri mana pun yang bandel dan tidak mengikuti arah pro-rakyat Kabinet Merah Putih.

Ia menegaskan lagi usai acara tersebut: “yang tidak mau bekerja benar-benar untuk rakyat ya saya akan singkirkan,” terkait kemungkinan reshuffle pasca‑100 hari kerja kabinet.

Pemberantasan Korupsi jadi Prioritas

Di peringatan Hari Lahir Pancasila pada 2 Juni 2025, Prabowo menyatakan perang terhadap korupsi. Ia mengundang masyarakat aktif melaporkan segala penyimpangan, menekankan bahwa pejabat yang tidak setia pada negara akan diberhentikan tanpa memandang suku, partai, atau kedekatan politis.

Ia juga menyoroti “maling-maling” yang mencuri kekayaan negara, sekaligus mengatakan, “semua penyelewengan, semua kebocoran harus berhenti”.

Presiden Prabowo Subianto mengokohkan sikap tegasnya terhadap jajaran kabinet:

  1. Mewajibkan kerja cepat, tepat, dan berorientasi rakyat.
  2. Siap menyingkirkan menteri yang tidak maksimal dalam 100 hari pertama.
  3. Berkomitmen memberantas korupsi dan penyelewengan melalui partisipasi publik.

Langkah-langkah ini menjadi barometer pemerintahan yang lebih responsif, bersih, dan pro-rakyat terutama di tengah upaya percepatan swasembada energi dan hilirisasi nasional.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *