Presiden Filipina Akan Bahas Tarif Impor dengan Trump, Indonesia Juga Bersiap Lobi

Jakarta, RISE News — Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. dijadwalkan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 22 Juli 2025 di Washington DC untuk membahas sejumlah isu strategis, salah satunya adalah tarif impor yang belakangan menuai kekhawatiran Manila.

Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa Lazaro, yang menyebut bahwa pembahasan tarif menjadi salah satu agenda penting dalam kunjungan Presiden Marcos.

“Masalah tarif akan dibahas. Ini juga sangat penting bagi kami. Kami telah mengirimkan negosiator untuk membahas masalah ini,” kata Lazaro seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/7).

Filipina menyampaikan keberatannya atas kebijakan tarif impor baru dari pemerintah AS sebesar 20 persen, naik dari sebelumnya 17 persen. Meski demikian, Manila tetap berkomitmen melanjutkan negosiasi dagang dengan Washington.

Hubungan Filipina-AS Makin Erat

Kunjungan Marcos Jr. ke Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Juli 2025. Pemerintah Filipina berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kesepakatan yang saling menguntungkan dalam sektor perdagangan dan ekonomi. Hubungan kedua negara memang kian erat sejak Presiden Marcos membuka kembali ruang bagi militer AS untuk memperluas kehadirannya di beberapa fasilitas militer Filipina.

Indonesia Juga Siap Lobi Tarif Impor

Sementara itu, Indonesia juga tengah bersiap melakukan diplomasi tarif dengan Amerika Serikat. Menteri Sekretaris Negara sekaligus Juru Bicara Presiden RI, Prasetyo Hadi, menyatakan ada kemungkinan Presiden Prabowo Subianto akan bertemu dengan Presiden Trump.

“Ada (kemungkinan rencana bertemu Trump), tapi saya belum bisa memastikan kapan,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/7), mengutip Antara.

Pertemuan tersebut dinilai penting untuk membahas tarif impor 32 persen yang saat ini dikenakan terhadap Indonesia. Prabowo sendiri sedang dalam rangkaian kunjungan luar negeri ke Arab Saudi, Brasil, Belgia, dan Prancis.

Tim Negosiator RI Sudah Bergerak

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dilaporkan telah berada di Amerika Serikat guna memulai negosiasi dengan pihak AS. Fokus utama pembicaraan adalah mendorong peninjauan ulang terhadap tarif impor yang dinilai memberatkan produk Indonesia.

“Kami berharap Pemerintah Amerika dapat mempertimbangkan. Mohon doanya dari seluruh masyarakat Indonesia agar negosiasi ini membawa hasil terbaik bagi bangsa dan negara,” kata Prasetyo.

Kebijakan tarif dari Amerika Serikat diprediksi menjadi isu global dalam perdagangan tahun ini. Negara-negara berkembang seperti Filipina dan Indonesia kini tengah berupaya menyeimbangkan hubungan diplomatik dengan kepentingan ekonomi nasional mereka.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *