Jakarta, RISE News – Pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 4 yang menghubungkan Kampung Rambutan hingga Fatmawati. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan proyek ini akan sepenuhnya dikerjakan oleh pihak swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Berbeda dengan proyek MRT Jakarta sebelumnya yang mendapat pembiayaan dari Jepang melalui JICA, pembangunan ruas Kampung Rambutan-Fatmawati ini tidak menggunakan dana JICA. AHY menjelaskan, “Skema ini murni KPBU, kerja sama pemerintah dan badan usaha, tanpa pembiayaan dari JICA.”
AHY berharap kehadiran investasi swasta yang berkelanjutan akan mempercepat penyelesaian proyek ini dengan baik. “Kita harap investasi-investasi yang sustainable bisa hadir agar proyek ini selesai tepat waktu,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, menerangkan bahwa jalur sepanjang 11 kilometer ini akan terdiri dari 10 stasiun, yang seluruhnya dibangun di bawah tanah (underground). Pembangunan menggunakan skema KPBU Non Availability of Payment.
Saat ini, kajian mendalam tengah dilakukan oleh pihak investor, yang merupakan kolaborasi antara swasta asing dan lokal. Namun, Tuhiyat belum bersedia mengungkap identitas inisiator proyek tersebut. “Kami masih menunggu hasil kajian dari pihak swasta,” ujarnya.
Dengan skema baru ini, proyek MRT Jakarta Fase 4 diharapkan menjadi tonggak penting pengembangan transportasi publik ibu kota yang lebih efisien dan modern.














Leave a Reply