Lima WNI dari Wilayah Konflik Yaman dan Israel Dievakuasi, Kemenlu: Situasi Membahayakan

Tangerang, RISE News — Pemerintah Indonesia kembali mengevakuasi lima warga negara Indonesia (WNI) dari wilayah-wilayah konflik di Timur Tengah. Tiga di antaranya berasal dari wilayah Yaman Utara yang dikuasai kelompok Houthi, sementara dua lainnya dievakuasi dari Tel Aviv dan Yerusalem, Israel.

Evakuasi dilakukan pada Rabu (25/6) oleh Kementerian Luar Negeri melalui kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat, Oman, dan KBRI Amman, Yordania.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, menyatakan bahwa evakuasi dilakukan karena situasi keamanan di wilayah-wilayah tersebut semakin memburuk akibat gempuran serangan Israel.

“Yaman Utara adalah wilayah yang dikuasai kelompok Houthi, yang selama beberapa waktu terakhir selalu mendapatkan serangan gempuran dari Israel,” ujar Judha di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (25/6).

Judha menjelaskan, berdasarkan perkembangan terakhir, KBRI Muscat menetapkan status Siaga 1 dan segera mengatur proses evakuasi terhadap tiga WNI di wilayah tersebut. Dua WNI lainnya dievakuasi dari Israel dengan bantuan KBRI Amman.

“Evakuasi ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan perlindungan maksimal kepada WNI di luar negeri, terutama mereka yang berada di wilayah konflik,” tambahnya.

WNI Tiba di Indonesia dalam Kondisi Lelah

Kelima WNI yang dievakuasi telah tiba dengan selamat di Tanah Air dan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Pantauan di lokasi menunjukkan mereka keluar dari terminal kedatangan sekitar pukul 19.44 WIB, dua jam setelah mendarat.

Proses panjang terjadi karena mereka harus menjalani pemeriksaan dokumen perjalanan di Imigrasi dan pemeriksaan IMEI oleh Bea Cukai. Beberapa di antara mereka tampak membawa balita dan barang-barang dalam jumlah besar.

“Ada yang menggendong anak kecil, tampak lelah tapi lega bisa kembali dengan selamat,” ujar salah satu petugas di lokasi.

Sebelumnya, pemerintah juga telah mengevakuasi puluhan WNI dari Iran sebagai respons terhadap meningkatnya eskalasi konflik di kawasan. Evakuasi lanjutan ini menjadi bagian dari strategi perlindungan yang aktif dan adaptif oleh Kementerian Luar Negeri.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *