Korut Kecam Serangan Israel ke Iran, Peringatkan AS dan Eropa agar Tak “Menyulut Api Perang”

Jakarta, RISE News – Korea Utara melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer Israel terhadap Iran yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataan resminya, Pyongyang memperingatkan Amerika Serikat dan negara-negara Eropa agar tidak memperburuk situasi dengan “menyulut api perang.”

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyatakan “kekhawatiran serius” atas agresi militer yang dilakukan Israel dan menyebut pembunuhan warga sipil Iran sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak dapat dimaafkan.”

“Tindakan ilegal terorisme yang disponsori negara oleh Israel tengah meningkatkan bahaya pecahnya perang habis-habisan baru di kawasan Timur Tengah,” ujar juru bicara itu dalam pernyataan yang dilansir kantor berita pemerintah KCNA, Kamis (19/6).

Serangan Israel yang diluncurkan Jumat (13/6) lalu diklaim menargetkan fasilitas program nuklir Iran, namun memicu balasan intensif selama enam hari dari pihak Iran. Teheran melaporkan sedikitnya 224 korban tewas, termasuk komandan militer, ilmuwan nuklir, dan warga sipil. Di pihak Israel, pemerintah mengonfirmasi 24 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka akibat rentetan serangan rudal balasan dari Iran.

Ketegangan ini menciptakan dinamika baru dalam geopolitik global. Korea Utara, yang dalam beberapa tahun terakhir mempererat hubungan strategis dengan Rusia, turut menyuarakan solidaritasnya terhadap Iran. Pyongyang menyoroti dukungan Amerika Serikat dan negara-negara Barat terhadap Israel sebagai faktor utama hancurnya perdamaian di Timur Tengah.

“Situasi gawat yang disaksikan dunia saat ini dengan jelas membuktikan bahwa Israel, yang didukung dan dilindungi oleh AS dan Barat, adalah entitas kanker bagi perdamaian Timur Tengah dan penyebab utama ketidakstabilan global,” tegas juru bicara tersebut.

Pernyataan itu juga menyentil langsung Presiden AS Donald Trump, yang baru-baru ini menyatakan bahwa “kesabaran telah habis” terhadap Iran, namun belum memutuskan apakah akan mendukung Israel dalam aksi militer lebih lanjut. Pyongyang memperingatkan bahwa keterlibatan AS akan mendorong kawasan masuk ke fase “bencana yang tak terkendali.”

“Seluruh masyarakat internasional menyaksikan bagaimana pasukan AS dan Barat mencoba menggagalkan hak kedaulatan serta membatasi hak Iran untuk membela diri,” lanjut pernyataan tersebut.

Konflik yang semakin memanas ini menjadi ujian besar bagi stabilitas Timur Tengah dan keamanan internasional secara keseluruhan. Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari para pemain utama dalam drama geopolitik yang kian mencekam ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *