MAKASSAR, RISE News — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) menerima tambahan dana riset sebesar Rp 1,8 triliun dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal ini diungkapkan Wakil Menteri Stella Christie saat menghadiri peresmian ASEAN-China Center of Excellence for Metallurgy and Marine Resources di Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/7/2025).
“Kami dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sudah mendapatkan dana tambahan untuk riset senilai Rp 1,8 triliun yang diberikan oleh mitra kami, LPDP,” ujar Stella.
Tambahan dana ini disebut akan memperbesar peluang para peneliti nasional untuk mengembangkan riset yang berdampak langsung bagi negara. Sebelumnya, dana riset telah mendapat alokasi dari APBN, namun dana dari LPDP ini memberikan suntikan penting untuk memperkuat sektor riset prioritas nasional.
Kemendikti Saintek juga tengah menyiapkan program baru berbasis hilirisasi, yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Program ini menjadi bagian tambahan dari inisiatif Badan Inovasi, Riset, dan Pengabdian Masyarakat (BIMA), yang selama ini telah memfokuskan pada 28 sektor strategis nasional.
“Kami rencanakan peluncuran grand call yang termasuk di dalamnya riset prioritas nasional ini kurang lebih dua minggu ke depan,” ungkap Stella.
Sektor-sektor yang masuk dalam fokus riset tersebut antara lain:
- Pertambangan
- Kemaritiman (terutama pengembangan rumput laut)
- Gas alam
- Kehutanan
- Ketahanan pangan
Stella menekankan pentingnya transisi dari riset ke produk nyata yang dapat dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat luas. Pemerintah kini menaruh perhatian khusus pada hilirisasi hasil riset, mengingat masih banyaknya prototipe yang belum sampai pada tahap komersialisasi.
“Kami lihat sudah banyak sekali prototipe atau hasil riset, tapi belum dihilirisasikan. Jadi kami akan khususkan dana untuk bagaimana menghilirisasikannya,” jelasnya.
Peresmian pusat keunggulan ASEAN–China di Unhas menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan riset regional, khususnya di bidang metalurgi dan sumber daya kelautan. Stella berharap pusat riset ini dapat menjadi model pengembangan sains yang terhubung dengan industri dan isu strategis kawasan.














Leave a Reply