Kapolri: Polri, TNI, dan BIN Bersatu Ungkap Dalang Kerusuhan Akhir Agustus

Jakarta, RISE News – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk mengungkap dalang kerusuhan yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu. Ia menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan dan sejumlah fakta terus dikumpulkan oleh kepolisian.

“Kami bekerja sama nanti dengan teman-teman dari TNI, dari BAIS, dari BIN dan seluruh elemen yang bisa menjadi sumber informasi untuk kemudian kita bisa menuntaskan,” ujar Kapolri.

Menurut Sigit, masukan dari berbagai pihak akan sangat membantu dalam menuntaskan penyelidikan secara komprehensif. Ia juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas nasional pasca-kerusuhan demi kelangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

“Yang paling utama adalah bagaimana kita menjaga kondisi bangsa agar terus terjaga dengan baik. Karena dengan itulah Indonesia bisa melaksanakan pembangunan, mensejahterakan rakyatnya,” lanjutnya.

Amnesty International Desak Pembentukan TGPF

Merespons peristiwa tersebut, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mendorong Polri membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk menyelidiki secara independen siapa aktor intelektual di balik kerusuhan demonstrasi tersebut.

“Polri sebaiknya menggandeng tokoh masyarakat, lembaga independen, dan pakar. Sehingga kita sama-sama bisa mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi,” kata Usman.

Ia menyebut ada kemungkinan bahwa beberapa tindakan kekerasan dalam kerusuhan itu tidak murni berasal dari masyarakat. Salah satunya adalah penjarahan rumah-rumah pejabat negara yang dianggap janggal.

“Misalnya kenapa sampai rumah Sri Mulyani atau rumah anggota dewan bisa begitu mudah diserang di dini hari? Ini mencurigakan,” tambah Usman.

Kerusuhan pada akhir Agustus 2025 itu menimbulkan kerusakan serius di sejumlah kota besar, termasuk perusakan fasilitas umum dan pembakaran kendaraan. Massa juga dilaporkan menyerang beberapa gedung pemerintah dan rumah pejabat publik. Hingga kini, kepolisian belum merilis data resmi pelaku utama ataupun dugaan motif di balik aksi tersebut.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *