Jakarta, RISE News – Timnas Indonesia bakal menghadapi dua tantangan berat dalam lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, yakni melawan China dan Jepang pada Juni 2025. Di bawah asuhan pelatih baru, Patrick Kluivert, skuad Garuda diprediksi tetap menaruh kepercayaan besar pada Ole Romeny yang selama ini menjadi mesin gol utama.
Namun, ketergantungan terhadap Romeny menyimpan risiko jika pemain Oxford United itu gagal menembus pertahanan lawan. Untuk itu, Kluivert perlu menyiapkan sejumlah opsi pemecah kebuntuan dari lini kedua — termasuk gelandang serang hingga winger yang memiliki kemampuan mencetak gol.
Berikut lima pemain yang bisa menjadi alternatif andalan Patrick Kluivert saat Timnas Indonesia menemui jalan buntu:
- Stefano Lilipaly
Meski berusia 35 tahun, Lilipaly masih menunjukkan performa luar biasa bersama Borneo FC, mencetak 6 gol dan 6 assist di berbagai ajang. Pengalaman dan visi bermainnya bisa menjadi senjata rahasia Kluivert untuk mengobrak-abrik lini belakang lawan, terutama saat tempo permainan stagnan.
- Beckham Putra Nugraha
Pemain muda milik Persib Bandung ini mendapat debutnya di tim senior berkat performa konsisten di musim 2024/2025. Dengan koleksi 7 gol dan 3 assist, Beckham dinilai punya kecepatan, keberanian, dan kreativitas untuk membuka ruang dan mencetak gol dari lini kedua.
- Egy Maulana Vikri
Setelah sempat redup, Egy kembali bersinar bersama Dewa United, mencetak 12 gol dan 7 assist dari 30 laga musim ini. Pengalamannya membela Timnas sejak muda menjadi modal kuat bagi pemain 24 tahun itu untuk menjadi sosok pembeda saat tim mengalami kebuntuan.
- Yakob Sayuri
Pemain Malut United ini jarang mendapat sorotan, tetapi statistiknya berbicara. Dengan 10 gol dan 6 assist musim ini, Yakob menunjukkan dirinya sebagai winger produktif. Kecepatannya dan kemampuan duel satu lawan satu bisa dimaksimalkan untuk mengeksploitasi sisi pertahanan lawan.
- Marselino Ferdinan
Usianya masih 20 tahun, tetapi Marselino sudah jadi motor serangan Timnas Indonesia. Ia mencetak dua gol penting saat melawan Arab Saudi di laga sebelumnya dan telah mengoleksi 5 gol dari 34 caps. Ketajamannya dari lini tengah membuatnya layak disebut “game-changer”.
Menghadapi tim kuat seperti Jepang dan China tentu membutuhkan lebih dari sekadar striker tajam. Patrick Kluivert dipastikan butuh kreativitas dan variasi serangan agar Timnas Indonesia tetap kompetitif dan mampu mencuri poin.
Para pemain seperti Lilipaly, Beckham, Egy, Yakob, dan Marselino memberi banyak alternatif dan fleksibilitas dalam skema taktik. Jika dimanfaatkan dengan tepat, mereka bisa menjadi kunci untuk memecah kebuntuan saat laga berjalan ketat.














Leave a Reply