Harga Kelapa Bulat Melonjak, Mentan Amran Sulaiman Sebut Ekspor Berikan Keuntungan untuk Petani

Jakarta, RISE News – Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyampaikan apresiasi terhadap lonjakan harga kelapa bulat yang terjadi saat ini. Ia menanggapi tingginya harga kelapa bulat yang dipicu oleh peningkatan ekspor, yang dinilai memberikan keuntungan bagi petani kelapa di Indonesia.

Dalam jumpa pers yang digelar di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Amran menanyakan kepada para wartawan, “Aku tanya, kalau harga ekspor tinggi, senang enggak petani? Pertanyaanku kalau harga ekspor naik, petani bahagia enggak? Aku ingin petani bahagia,” ujarnya dengan semangat.

Sebelumnya, Amran juga menyampaikan hal serupa pada bulan April 2025. Ia mengungkapkan bahwa lonjakan harga kelapa bulat sangat berdampak positif terhadap pendapatan petani. “Alhamdulillah, petani bahagia karena harga kelapa bulat naik. Sudah, alhamdulillah,” kata Mentan saat itu.

Indonesia sendiri merupakan salah satu produsen kelapa bulat terbesar di dunia, menduduki peringkat kedua setelah Filipina. Menanggapi meningkatnya permintaan, Amran menekankan bahwa petani kelapa akan terus bersemangat untuk menanam kelapa, dan pemerintah akan terus mendampingi mereka, baik dalam percepatan penanaman maupun rehabilitasi perkebunan kelapa.

“Kami sudah diperintahkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memproduksi lebih banyak kelapa karena permintaan terus meningkat. Kita bersyukur, petani di seluruh Indonesia kini merasakan manfaatnya,” tambah Amran.

Sementara itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga sedang merumuskan kebijakan untuk mengatur ekspor kelapa. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa kebijakan mereka akan memprioritaskan pasar dalam negeri, meskipun ekspor tetap didorong. “Kita kan pertama pengembangan pasar dalam negeri kemudian mendorong ekspor, jadi kebijakan itu pastinya arahnya ke situ,” ujar Fajarini.

Di sisi lain, berdasarkan pantauan di laman resmi Informasi Pangan Jakarta pada 5 Mei 2025, harga kelapa kupas di wilayah tersebut berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 15.667 per kilogram. Setelah beberapa pekan mengalami kenaikan, harga kelapa kupas mulai menunjukkan penurunan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan, meskipun penurunan tersebut belum cukup untuk menurunkan harga ke level normal di bawah Rp 10.000 per kilogram.

Sementara di Jakarta Utara, harga kelapa tetap naik sebesar Rp 1.000, menjadi Rp 15.667 per kilogram, sedangkan di Jakarta Timur harga stabil di angka Rp 15.400 per kilogram.

Pemerintah berharap kebijakan yang ada dapat menguntungkan semua pihak, baik petani, industri dalam negeri, maupun konsumen. Dengan kenaikan harga kelapa bulat, petani kelapa di Indonesia kini dapat menikmati hasil yang lebih baik, namun kebijakan ekspor tetap harus seimbang dengan kebutuhan pasar domestik.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *