Golongan Darah A Dapat Tingkatkan Risiko Stroke Sebelum Usia 60 Tahun

Jakarta, RISE News – Sebuah studi terbaru dari peneliti University of Maryland mengungkapkan bahwa golongan darah seseorang dapat menjadi faktor risiko stroke iskemik yang terjadi sebelum usia 60 tahun. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah A memiliki risiko lebih tinggi mengalami stroke dini dibandingkan golongan darah lainnya.

Stroke iskemik adalah kondisi ketika aliran darah ke otak tersumbat, sering kali disebabkan oleh gumpalan darah. Dalam studi yang dipublikasikan baru-baru ini, para peneliti menemukan bahwa orang dengan golongan darah A memiliki kemungkinan 16 persen lebih tinggi terkena stroke dini. Sebaliknya, mereka dengan golongan darah O justru memiliki 12 persen risiko lebih rendah.

“Pengidap stroke dini lebih mungkin meninggal akibat kejadian yang mengancam nyawa ini, dan mereka yang selamat berpotensi menghadapi disabilitas selama puluhan tahun. Namun, masih sedikit penelitian mengenai penyebab stroke dini,” ujar Steven J. Kittner, peneliti utama, dikutip dari New York Post, Minggu (8/6/2025).

Penelitian ini melibatkan analisis data dari 48 studi genetik yang mencakup 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang sehat berusia antara 18 hingga 59 tahun. Hasilnya menunjukkan adanya kaitan antara bagian kromosom yang menentukan golongan darah dan risiko stroke dini.

Meski hasilnya signifikan, Kittner mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Hingga kini, belum ada penjelasan pasti mengapa golongan darah A meningkatkan risiko stroke. Namun, ada dugaan bahwa faktor pembekuan darah—seperti trombosit, sel-sel pembuluh darah, dan protein dalam tubuh—berperan dalam proses ini.

“Masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memahami secara menyeluruh hubungan antara golongan darah dan risiko stroke dini,” tambah Kittner.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *