BEKASI, RISE News – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bekasi kembali diperluas. Kali ini, pembangunan dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dimulai di kawasan Pondok Pesantren Nurul Huda, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren).
Ketua Umum Inkopontren, Hapi Zajuli, menjelaskan bahwa dapur SPPG Setu merupakan titik ke-96 yang dibangun dalam program nasional MBG. Dapur ini ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2025 dengan kapasitas memasak 3.000 hingga 4.000 porsi makanan bergizi setiap harinya.
“Jumlah porsi disesuaikan dengan jumlah penerima manfaat di wilayah Setu, mulai dari pelajar TK hingga SMA, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui. Jika jumlahnya lebih dari 15.000 orang, maka kita akan bangun hingga lima dapur,” ujar Zajuli saat peletakan batu pertama pada Kamis (1/5/2025).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan bergizi yang disajikan secara konsisten. “Komitmen kami adalah menyediakan makanan yang sehat, bergizi, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Huda, Kiai Haji Athok Romli Musthofa, menyambut baik kehadiran dapur ini. Ia menyebut bahwa menu makanan akan berganti setiap hari sesuai dengan perhitungan gizi dari BGN.
“Meski kami tidak terlibat langsung secara teknis, kami mendukung penuh operasional dapur ini. Warga sekitar, termasuk yang sebelumnya bekerja di kantin pesantren, juga dilibatkan,” jelas Athok.
Dapur ini dirancang untuk memproduksi 4.000 porsi makanan bergizi per hari. Dari jumlah itu, sekitar 1.000 porsi akan diperuntukkan bagi para santri Pondok Pesantren Nurul Huda, sementara sisanya akan disalurkan ke sekolah-sekolah dan masyarakat umum di sekitar wilayah Setu.
“Pesantren menjadi salah satu prioritas karena santri tinggal penuh di sini. Ini sangat membantu dalam perbaikan gizi,” pungkas Athok.














Leave a Reply