Djarum Bangun Como 1907 Menjadi Klub Sepak Bola Terkaya di Italia, Berfokus pada Pembinaan Bakat Muda

Jakarta, RISE News – Pada usia 28 tahun, Budi Hartono, yang saat itu baru menjabat sebagai CEO PT Djarum, mengubah sebuah brak (tempat karyawan melinting rokok) di pabrik rokok keluarga menjadi tempat latihan bulu tangkis. Dari tempat sederhana itu, dimulai perjalanan panjang Djarum dalam dunia olahraga, yang melahirkan PB Djarum pada tahun 1974 dan menjadi salah satu kawah candradimuka bagi atlet-atlet bulu tangkis Indonesia. Hingga kini, PB Djarum terus menghasilkan bibit-bibit atlet bulu tangkis muda yang siap bersaing di kancah internasional.

Namun, ekspansi usaha keluarga Djarum tak berhenti pada bulu tangkis. Pada 2019, Djarum mengalihkan perhatian ke Italia dengan membeli klub sepak bola Como 1907, yang saat itu berjuang di divisi empat Liga Italia, Serie D. Klub sepak bola yang sudah bangkrut itu dibeli dengan harga 800 ribu euro (sekitar Rp12,5 miliar), sebuah langkah kecil dibandingkan dengan kekayaan Djarum yang diperkirakan mencapai Rp818 triliun pada 2024.

Sejak diakuisisi, Como 1907 menunjukkan perkembangan yang luar biasa, melonjak tiga tingkat dalam waktu lima tahun dan kembali bermain di Serie A pada 2024, setelah 21 tahun absen dari liga elite Italia. Keberhasilan ini semakin terlihat dengan hasil kejutan yang mereka buat dengan mengalahkan tim-tim besar seperti Fiorentina, Napoli, dan Juventus.

Meskipun mengalami kesuksesan instan, Djarum tidak terjebak dalam mengejar hasil jangka pendek. Mirwan Suwarso, perwakilan pemilik Como dan CEO Mola TV, menyatakan bahwa tujuan mereka adalah membangun klub dari bawah, seperti yang mereka lakukan dengan PB Djarum di Indonesia. Mereka berfokus pada pembinaan bakat muda, mengarah pada filosofi yang mirip dengan Atalanta, yang dikenal karena mengembangkan pemain-pemain muda berbakat untuk tim utama.

Dalam upaya tersebut, Como 1907 kini mengeluarkan dana besar untuk merekrut pemain-pemain berkualitas, termasuk mantan bintang Tottenham Hotspur, Dele Alli, dan Assane Diao dari Real Betis. Diao, yang sudah mencetak gol dalam lima pertandingan terakhirnya, menjadi salah satu pemain yang diharapkan bisa menjadi fondasi kesuksesan klub ini.

Djarum ingin mengulang kesuksesan mereka di dunia bulu tangkis dengan menerapkan prinsip pembinaan yang serupa di dunia sepak bola. Mereka berusaha membangun Como 1907 menjadi kekuatan baru di sepak bola Italia yang tak hanya kompetitif, tetapi juga memiliki fondasi yang kuat dalam pengembangan bakat-bakat muda.

“Ini adalah proyek jangka panjang. Kami ingin Como menjadi klub yang sukses berkelanjutan, tidak hanya di Italia, tetapi di level internasional,” kata Mirwan Suwarso, menegaskan komitmen Djarum untuk membangun klub ini dengan hati-hati dan berkelanjutan.

Dengan semakin berkembangnya Como 1907, masa depan sepak bola Italia mungkin akan melihat klub ini menjadi salah satu kekuatan baru yang muncul dari bawah, dibangun dengan visi yang kuat dan komitmen untuk mencetak sukses jangka panjang. Pada akhir pekan ini, Como akan kembali unjuk gigi dalam pertandingan melawan Roma, tim yang mereka kalahkan dalam pertemuan pertama musim ini. Jika dapat mempertahankan performa impresif mereka, Como akan semakin mendapat perhatian di kancah sepak bola Italia.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *