RISE News – Diabetes tipe 2 bukan hanya memengaruhi kadar gula darah, tetapi juga berdampak serius pada kesehatan kulit. Menurut American Diabetes Association (ADA), perubahan kulit bisa menjadi salah satu gejala awal diabetes yang kerap diabaikan.
Dikutip dari Healthline, kadar glukosa darah yang terlalu tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan saraf. Akibatnya, aliran darah ke kulit berkurang, mengubah tekstur dan penampilan kulit, serta membuat penyembuhan luka menjadi lebih sulit.
Berikut 11 tanda diabetes yang perlu diwaspadai dari perubahan kulit:
- Dermopati Diabetik: Bintik-bintik oval berwarna coklat atau kemerahan di tulang kering, yang lama kelamaan bisa membentuk cekungan kecil.
- Scleredema Diabeticorum: Kulit mengeras dan menebal di punggung bagian atas, leher, atau bahu.
- Akantosis Nigrikans: Kulit menggelap di leher, ketiak, atau selangkangan, biasanya menandakan pradiabetes.
- Xanthomatosis Eruptif: Benjolan kecil berwarna kekuningan, akibat tingginya kadar trigliserida.
- Ulkus Diabetik: Luka terbuka, terutama di kaki, yang sulit sembuh karena sirkulasi darah yang buruk.
- Xanthelasma: Bercak kekuningan di sekitar mata akibat lemak darah tinggi.
- Infeksi Jamur dan Bakteri: Risiko infeksi meningkat karena sistem imun melemah.
- Skin Tag: Tumbuhnya daging kecil di kulit, terutama di leher dan ketiak.
- Granuloma Annulare: Benjolan atau bercak yang muncul dan menghilang, bisa meluas di area kulit tertentu.
- Nekrobiosis Lipoidika: Bercak berwarna ungu, kemerahan, atau coklat yang biasanya muncul di tulang kering.
- Kulit Kering dan Gatal: Disebabkan oleh sirkulasi darah yang terganggu.
Segera Konsultasi ke Dokter
Jika Anda menemukan tanda-tanda tersebut pada kulit Anda, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Deteksi dini diabetes bisa mencegah komplikasi yang lebih serius di kemudian hari.














Leave a Reply