Basarnas Kerahkan 430 Personel Gabungan Cari Helikopter Hilang Kontak di Hutan Kalimantan

Jakarta, RISE News — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan sedikitnya 430 personel tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian terhadap helikopter BK117 D3 milik Estindo Air yang hilang kontak saat melintas di wilayah hutan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (2/9), menyampaikan bahwa helikopter tersebut membawa delapan penumpang, terdiri atas Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA).

Berikut adalah daftar penumpang:

  • Kapten Haryanto (Pilot)
  • Eng Hendra
  • Mark Werren
  • Yudi Febrian
  • Andys Rissa Pasulu
  • Santha Kumar
  • Claudine Quito
  • Iboy Irfan Rosa

“Doa dan empati kami sampaikan kepada keluarga serta kerabat korban,” ujar Edy.

Helikopter tersebut dilaporkan lepas landas dari Bandara Kotabaru pada Senin, 1 September pukul 08.46 Wita dengan tujuan Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dan dijadwalkan tiba pukul 10.15 Wita. Namun, pada pukul 08.54 Wita, pesawat hilang kontak dengan menara pengawas (ATC) Bandara Kotabaru. Posisi terakhir tercatat di sekitar Air Terjun Mandidamar, kawasan hutan Kalimantan yang sulit diakses.

Basarnas segera mengaktifkan operasi pencarian besar-besaran, melibatkan personel dari Kantor SAR Banjarmasin dan Palangka Raya, serta unsur TNI, Polri, BPBD, PMI, Damkar, dan berbagai potensi SAR lainnya.

Pencarian dilakukan melalui jalur darat, udara, dan teknologi udara, termasuk penggunaan drone termal untuk mendeteksi panas tubuh manusia.

“Helikopter AW169 milik Polda Kalimantan Tengah sudah dikerahkan, namun sempat gagal mencapai lokasi akibat cuaca buruk dan kembali ke Bandara Cilik Riwut, Palangka Raya,” jelas Edy. “Pagi ini heli telah mendarat dengan selamat di Bandara Syamsudin Noor untuk kembali memperkuat pencarian.”

Selain itu, BNPB juga mengerahkan helikopter Bell 505 untuk memperluas pencarian dengan pola sektor seluas 78,5 nautical miles persegi. Di sisi darat, tiga tim menyisir area seluas 15 nautical miles persegi.

Basarnas terus berupaya secara maksimal dan berharap seluruh korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

“Kami mohon doa masyarakat agar operasi berjalan lancar dan seluruh penumpang bisa ditemukan secepatnya,” pungkas Edy Prakoso.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *