Jakarta, RISE News — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto menjelaskan alasan pemerintah belum menetapkan bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera sebagai bencana nasional. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih dikategorikan sebagai bencana daerah tingkat provinsi.
Dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube resmi BNPB, Suharyanto menegaskan bahwa kondisi saat ini sudah jauh membaik dibandingkan awal kejadian. “Status bencana nasional yang pernah ditetapkan oleh Indonesia itu kan Covid-19 dan Tsunami Aceh 2004,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah bencana besar seperti Gempa Palu, Gempa NTB, dan Gempa Cianjur pun tidak ditetapkan sebagai bencana nasional. Penetapan status tersebut, kata Suharyanto, mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk skala korban. “Situasi di Sumatera saat ini belum mencapai ambang penetapan status bencana nasional,” jelasnya.
Suharyanto mengakui bahwa informasi yang beredar di media sosial sempat menimbulkan kesan mencekam, terutama ketika warga terisolasi dan jaringan komunikasi terputus. “Memang kemarin kelihatannya mencekam karena berseliweran di media sosial,” katanya.
Namun, ia memastikan kondisi kini lebih terkendali setelah hujan berhenti. “Sekarang yang menjadi hal yang sangat serius tinggal Tapanuli Tengah. Sementara wilayah lain mulai membaik,” ujarnya.
Cuaca ekstrem selama beberapa hari terakhir memicu banjir dan longsor di sejumlah kota dan kabupaten di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. BNPB mencatat hingga Jumat sore, total 174 orang meninggal dan 12.546 kepala keluarga mengungsi akibat bencana ini.














Leave a Reply