PAMEKASAN, RISE News — Menjelang dimulainya tahun ajaran baru, Sekolah Rakyat jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, masih menghadapi kendala dalam perekrutan tenaga pengajar. Hingga Minggu (13/7/2025), satu posisi guru untuk mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) belum terisi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Sekolah Rakyat Pamekasan, Aisyah Minarni Mukti, yang mengungkapkan bahwa seluruh guru mata pelajaran umum telah tersedia, kecuali untuk PAI.
“Kami masih menunggu satu guru lagi, yakni untuk mapel PAI. Kalau yang lain sudah lengkap,” ujar Aisyah.
Ia menjelaskan bahwa proses rekrutmen guru PAI berbeda dengan guru lainnya. Para pengajar umum direkrut oleh Kementerian Sosial (Kemensos), sementara guru PAI menjadi kewenangan Kementerian Agama (Kemenag) pusat.
“Sampai saat ini masih dalam proses rekrutmen di Kemenag,” tambahnya.
Peluncuran Sekolah Rakyat dijadwalkan segera setelah renovasi gedung selesai. Sekolah yang nantinya menampung 50 siswa dari keluarga miskin ini akan mengusung sistem boarding school dan bertempat di bekas gedung Akademi Keperawatan (Akper) Pamekasan.
Kepala Dinas Sosial Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, menyebutkan bahwa proses renovasi gedung sedang dipercepat agar kegiatan belajar mengajar dapat segera dimulai. Beberapa bagian gedung seperti tembok ruang kelas dan area asrama tengah diperbaiki dan dibersihkan.
“Pembangunan dan renovasi gedung sekolah sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu,” jelas Herman.
Meski para pekerja bangunan bukan berasal dari Madura dan tidak direkomendasikan oleh Dinsos, pengawasan tetap dilakukan untuk menjamin kelancaran dan kualitas pekerjaan.
“Pekerjanya semua dari luar Madura yang direkomendasi Kemensos. Kami hanya siapkan tempat. Untuk biaya renovasi dan ongkos pekerja, kami tidak mengetahuinya,” tambahnya.
Sebanyak 50 siswa telah terjaring untuk angkatan perdana Sekolah Rakyat. Mereka berasal dari keluarga kurang mampu yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan akan dibagi ke dalam dua rombongan belajar, masing-masing terdiri atas 25 siswa per kelas.
“Soal renovasi, insyaallah dipercepat mengingat proses KBM segera berlangsung,” pungkas Herman.














Leave a Reply